Magoroku Kai

It's about life and related things..

Tuesday, April 25, 2006

Terharu..

Kerja di luar negeri bagi seorang muslim merupakan tantangan tersendiri. Terutama dalam memenuhi kewajibannya, seperti shalat, makanan, dan lainnya. Jika kita tinggal di negeri mayoritas muslim, mungkin sama sekali tidak masalah. Sewaktu dapat penempatan di Kuwait, saya senang sekali karena hampir bisa menunuaikan shalat berjamaah di lima waktu shalat. Shalat dzuhur dan Ashar biasanya di masjid dekat kantor. Sementara waktu lainnya shalat di masjid dekat rumah. Ibadah terasa nikmat sekali.

Sekarang aku tinggal di Peru, yang mayoritas adalah pemeluk Katolik, sekitar 90an %. Waktu shalat merupakan kendala tersendiri. Aku harus mencari tempat sepi buat shalat. Tapi di kantorku, hampir tidak ada ruangan. Untungnya, aku hampir setiap hari bekerja di tempat klien. Di sini, ada beberapa tempat yang biasa aku pakai untuk shalat. Ada sebuah ruang di gerbang pintu masuk, meeting room, atau di sudut2 ruangan. Kadang kalau tidak ada orang aku shalat di kotak kerjaku. Tapi ini kalau kerja malam saja, karena siang hari tentu banyak sekali orang di sini.

Tempat shalatku yg paling utama adalah sebuah tempat kosong, yang berada di persimpangan 2 ruangan. Jadi ada 2 buah ruang server yang terdapat di dekat tempat kerjaku. Untuk masuk ke ruang server ini, melalui jalan utama lalu belok kiri. Setelah belok ada ruangan kosong, untuk memilih ruang server mana yang akan dimasuki. Ruangan ini tentu terlihat dari jalan utama, tapi kalau orang yang lewat benar2x melirik, karena agak tersudut.

Minggu ini aku tidak bisa shalat di situ lagi..
Ruangan kosong tersebut skrg dibangun pintu. Aku pikir ruangan tersebut dikunci, gak bisa lagi deh shalat di situ. Aku terpaksa mencari tempat yg bisa untuk shalat. Ruang rapat tidak selamanya bisa ditempati, by default terkunci. Aku selalu berharap kalau paginya ada rapat, dan biasanya jadi tidak terkunci sampai malam.

Nah, saat aku pulang makan. Tiba2x security di sini memanggilku. Dengan isyarat, dia mengajakku menghampiri pintu yang terkunci untuk ruangan yg biasanya aku shalat. Lalu dia membukanya, dan menyalakan lampu. Dia bilang, kalau mau shalat di sini aja. Dugh! Luar biasa, aku kaget sekali. Pak satpamnya yg mempersilahkan aku untuk shalat di situ. Karena di sini sibuk sekali, aku biasanya melaksanakan 3 waktu shalat di kantor. Nah, ruangan tersebut kan dekat tempat jaga satpam. Rupanya mreka memperhatikan, dan pernah juga sih mereka menanyakan apa yg aku lakukan di ruangan tersebut. Hehehe.. jelas aja mreka mratiin, sehari bisa 3 kali aku ke tempat itu. Trus, aku kasih tau aja pake bahasa isyarat, intinya aku shalat di situ. Dan mereka mengerti.

Alhamdulillah, aku sekarang jadi seperti punya 'mushalla' sendiri di kantor ini. Sepi, tidak ada yang ngintip dari luar. Aku memang slalu berdoa.. agar dimudahkan untuk beribadah. Karena di negeri minoritas, tentu sebuah tantangan tersendiri.

Oh, ya. Satpam2x di sini baik2x semua samaku. Aku kalau ketemu mereka selalu tersenyum dan menyapa. Ada yang namanya Carlos, Jose (2 orang) dan Victor. Mereka juga baik, sering ngasih tau kalau taksiku sudah datang. Aku juga berusaha untuk akrab dan ramah ke mereka. Alhamdulillah...

Monday, April 24, 2006

2346-2345= 1


Hari ini tepat 1 tahun pernikahanku. Sepertinya waktu berlalu dengan cepat. Memang, cepat dan lamanya waktu tergantung bagaimana kita menjalaninya. Waktu menunggu selama beberapa menit mungkin akan terasa lama sekali, tapi sebaliknya, jika kita menjalaninya dengan rasa bahagia, bertahun-tahun pun akan terasa bak sepenggal tarikan nafas.

Dulu gak kebayang kalau menikah tapi harus berpisah seperti ini. Sedih, tapi inilah perjalanan hidup. Sembilan bulan bersama, lalu harus terpisah selama 2/3 waktu bersama tersebut. Sembilan bulan hidup bersama di sebuah negeri yang jauh dari orang tua dan keluarga. Susah, senang, sedih, dan gembira dirasakan berdua. Alhamdulillah, ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa, bagaimana menghadapi berbagai masalah, saling bahu membahu secara bersama-sama.

Sekarang masanya harus berpisah. Berat terasa, meninggalkan seorang yang sungguh berarti dalam hidup. Apalagi dalam kondisi yang sangat memerlukan perhatian. Sabar ya Mama.. baik2x sama dedek.. Insya Allah papa akan segera pulang nanti kita maen2x sama2x dgn dedek.

Hari ini seharusnya menjadi hari yang sangat berarti untuk dilewati bersama. Tapi memang kita tak pernah mengetahui apa yang menjadi rahasia Ilahi. Bagaimana pun, Happy Wedding Anniversary..my luv.. I'm so happy and grateful that God has given me chance to live with you. This one year is the most meaningful and happiest moment in my life. Hopefully, it will last ever after. Un océano nos separa y te amo cada día más, quisiera poder sostenerte cerca en mis brazos ahora (There is an ocean between us and I love you more and more each day, I wish I can hold you close in my arms now)...

Tuesday, April 18, 2006

Tolong matikan lampunya..

Di apartemenku ada 3 orang yg jadi penjaganya. Namanya Pablo, Julio dan Martin. Gak tau nulisnya bener apa gak hehe.. Yg jelas, klo namanya Julio dibacanya "Hulio". Orang sini J dibaca H, begitu juga dgn Juan yg dibaca "huang".

Dari ke-3 penjaga ini, yg paling sopan adalah Julio. Klo aku pulang kantor, dia segara buka pintu pagar, trus.. buru2 mencetin tombol lift, supaya liftnya segera turun ke lantai satu. Baek ya? :) Iya, dia lumayan ramah. Waktu pertama kali ketemu, dia udah semangat ngajak2 ngobrol. Tapi, lama2 kayaknya bosen juga. Krn akunya gak ngerti hehe..
Alhasil, klo ketemu paling bilang "qué tal?" ,"buenas dias", "buenas tardes" dst.. tapi tetap ramah kok.

Nah, suatu ketika, saat baru pulang dari kantor si Pablo nyapa, "Slamat malam Pak". "malem juga", kataku. Trus, sambil senyum2 dia bilang.. "maaf ya pak, anu.. klo malam hari, pas tidur.. lampunya tolong dimatikan", sambil memperagakan gaya orang tidur dan menyebut2 "luz". "Ooo.. ok", kataku. Walaupun dalam hati aku rada bingung. Knapa ya, kok lampu perlu dimatiin sih? Kalau kamar tidur sih, biasanya memang aku matiin. Tapi klo ruang tamu sering aku tinggal dalam keadaan terang. Toh, listrik dibayarin kantor.

Nah, tadi ngobrol2 sama teman kantor. Ternyata, apartemen di sini bayar listriknya kolektif. Artinya, tagihan listrik bukan bayar sendiri2 tiap pintu apartemen. Hmm.. aneh juga ya. Terus terang aku masih kurang percaya sih, apa benar begitu. Nah, krn kolektif. Yg jarang memakai listrik harus membayar lebih dari yang ia pakai. Sehingga, muncul kebiasaan kalau tidak dipakai harap dimatikan.

Kalau di Indonesia, orang tuaku termasuk yg rajin mengingatkan tentang kebiasaan ini. Kalau tidak dipakai harap dimatikan. Selain listrik mahal, juga krn hadits bahwa berbuat mubazir itu termasuk temannya syaitan. Well, kalau dipikir2 memang baik juga kebiasaan hemat listrik tersebut. Jadi, sudahkah anda hemat listrik? hehe.. (apa sih :p)

Monday, April 17, 2006

Overweight..

Baru aja baca situs: http://www.bcm.edu/cnrc/caloriesneed.htm
Ternyata aku masuk kategori overweight. Untuk menjadi normal harus mengurangi berat badan hingga 12kg. Wah, gimana caranya ya..

Padahal aku rajin olahraga, seminggu 2 kali maen tennis, tapi kenapa badan jadi melendung gini ya.. Waktu tingkat satu kuliah berat badan cuma 65, masuk dunia kerja.. mulai mendekati angka 80. Skrg udah jauh melesat..

Kemaren nyoba2 diet. Klo malem makan buah aja.. tapi gak kuat eueyy.. kepala pusing dan bikin susah tidur. Wah, daripada sakit di negeri orang udah lah.. cuek aja. Paling besok mo coba ikutan fitness dan mulai jogging pagi. Ada tips2 mengurangi berat badan? Mau donk hehe..

Friday, April 14, 2006

Bulan ke-3

Hmm.. baru masuk bulan ke-3. Tadinya mikir bisa banyak jalan2 selama di sini, ternyata di bulan awal kerjaan kantor luar biasa padat. Bulan pertama dan kedua hampir menembus angka 300 jam/bulan. Padahal bulan Februari lalu cuma 22 hari karena baru masuk kantor tanggal 6.

Alhamdulillah, setelah tinggal lebih lama, ternyata Lima tidak terlalu rawan2 banget. Aku udah mulai jalan2 ke downtown-nya, tentu di tempat yang ramai dan waktu yg aman. Berbagai cerita teman menggambarkan Lima adalah sebuah kota yang menyeramkan. Penuh pencopet, todong, rampok, dll. Teman2ku yg asli sini saja pernah mengalami dibegal beberapa kali. Manager Siemens yg sedang berjalan2 dengan temannya dirampok di daerah downtown. Modusnya rada kasar, tiba2 datang banyak lelaki yg memegangi, dan kemudian semua barang2 milik kita diambilnya. Ada juga cerita, di pusat kota, kalau malam, jangan coba2 menerima atau menelepon menggunakan handphone. Sudah menjadi cerita biasa, kalau di sini ada orang2 macam kampak merah di Jakarta. Kemarin malam, pulang olahraga, aku lihat di sebuah lampu merah, bekas pecahan kaca mobil. Sepertinya ada yg baru dirampok di lampu merah.

Serem kan klo dengar ceritanya. Pokoknya banyak lagi deh, cerita2 seramnya. Untungnya aku tinggal di apartemen yg lokasinya cukup aman dan strategis. Jadi kalau jogging atau kalau malam2 ada perlu, gak perlu takut untuk keluar.

Yg aku suka, di sini aku bisa olahraga lagi. Seminggu dua kali aku main tennis bersama pelatih. Hmm.. bukannya main sih.. berlatih. Dulu waktu di Jakarta sempat latihan beberapa bulan, sayangnya gak lanjut lagi, berhenti selama beberapa tahun. Nah, di sini kesempatan terbuka lagi. Biayanya juga gak terlalu jauh dibanding Jakarta. Sewa lapangan di sini 20 soles per jam, trus pelatih dan ballboy 30 soles/jam. Awalnya stamina benar2 buruk. Selama di Ukraine, aku hampir gak pernah olahraga. Walhasil, awal2 latihan aku spt manula.. setiap 5-10 menit minta istirahat sama pelatih. Klo sekarang.. ya lumayan lah..10-15 menit hehe...

Pelatihnya lumayan bagus. Setalah 3 minggu latihan, aku sudah bisa menemukan kembali pukulan2 yang pernah di latih dulu. Raket udah mulai berantakan, gara2 pukulan2 spin. Tapi kita masih latihan normal sih, cuma balik2in bola dulu. Kadang sama pelatih aku suka dikerjai. Dia ngasih kiri dan kanan, ya.. capek deh harus lari ke kiri dan kanan.. Tapi setelah latihan segar deh :)

Kapan2 aku foto deh lapangan tennisnya. Sekalian pengen foto kenalan, anak kecil, masih umur 8 tahun, tapi juara lomba tingkat nasional. Namanya Dorita apa Gloria ya.. hehe.. pokoknya kedengaranya spt itu. Kata orang tuanya dia sudah latihan sejak umur 4 tahun. Wah.. benar2 berlatih sejak kecil ya.

Ok deh, mo bobo dulu..dah malem..